Desa Bunga Tanjung Memanas, Warga Desak PT Agro Muko Penuhi Plasma dan Fasilitas Olahraga

Mukomuko – Gelombang kekecewaan masyarakat Desa Bunga Tanjung, Kecamatan Teramang Jaya, Kabupaten Mukomuko, kian memuncak. Ribuan warga berencana menggelar aksi unjuk rasa di depan pintu masuk PT Agro Muko sebagai bentuk desakan agar perusahaan perkebunan sawit itu segera memenuhi kewajibannya.

 

Dua tuntutan utama yang diusung masyarakat, yakni realisasi kebun plasma sebesar 20 persen dari total luas Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan, serta tindak lanjut atas proposal pembangunan lapangan sepak bola yang telah disetujui Bupati Mukomuko sejak tahun 2022.

Baca juga: Komitmen Sosial PT DDP: Bantu Kesenian Adat dan Warga Terdampak Kebakaran di Talang Baru

 

Menurut warga, persoalan plasma ini sudah bertahun-tahun tidak kunjung diselesaikan. Sementara itu, permohonan lapangan bola yang dianggap sebagai fasilitas penting bagi generasi muda di desa, juga tak kunjung ditindaklanjuti.

 

Baca juga: Mengelola Waktu dengan Efektif untuk Kehidupan yang Lebih Produktif

Rudi, perwakilan warga Desa Bunga Tanjung, menilai perusahaan hanya memberikan janji manis tanpa kepastian.

 

“Tuntutan plasma 20 persen ini jelas diatur dalam ketentuan, tapi tidak pernah direalisasikan. Begitu juga dengan proposal pembangunan lapangan bola yang sudah ada rekomendasi Bupati sejak 2022, hingga sekarang belum ada kepastian. Masyarakat sudah muak dengan sikap perusahaan,” ujarnya.

 

 

 

Ia menegaskan, aksi kali ini akan dilakukan dengan skala besar. Ribuan massa direncanakan turun ke lokasi untuk memblokir akses jalan menuju pabrik dan kebun perusahaan hingga tuntutan masyarakat dipenuhi.

 

“Kami hanya menuntut hak. Plasma 20 persen adalah kewajiban perusahaan, sementara pembangunan lapangan bola sudah mendapat persetujuan pemerintah daerah. Kalau tidak ada respons, kami akan terus berjuang,” tambah Rudi.

 

 

 

Masyarakat berharap PT Agro Muko segera merespons tuntutan mereka agar konflik tidak semakin melebar.(Nurul)

 

Berita Terkait

Terkini